Buang sampah di sungai bikin banjir. Bener nggak sih?

     Dimusim kemarau, sumur-sumur menyusut kering, tanah pun retak pecah. Begitu musim hujan dimulai, hujan mulai turun berhari-hari. Dan bisa dipastikan akan terjadi banjir. Itulah yang sering terjadi di negeri ini, kerontang kalau kemarau dan meluap kala penghujan. Mulai sungai-sungai besar hingga selokan di gang meluap airnya. Hampir disetiap daerah pasti terjadi hal seperti ini. Kira-kira apa yang jadi penyebab banjir y?

“ Jangan buang sampah sembarangan, nanti bisa bikin banjir”

Idiom di atas tentunya udah sering banget kita denger. Inipun juga menjadi peringatan yang umum ketika kita melihat orang membuang sampah sembarangan. Tapi, bener nggak sih buang sampah sembarangan itu bikin banjir?
Yuk coba kita runtut apa aja sih yang menyebabkan banjir.

Ini dia penyebab banjir:
1. Curah Hujan yang Tinggi
     Banjir dapat terjadi karena hujan besar terjadi dalam waktu yang cukup lama. Misalnya nih berjam-berjam hujan dan tidak berhenti sama sekali, dari pagi hingga malam, ini bisa menyebabkan banjir. Air hujan akan memenuhi sungai-sungai yang ada. Akibat jumlah air yang melebihi daya tampung saluran, air pun meluap.

2. Penebangan Hutan
     Penebangan liar juga dapat menimbulkan banjir lho. Hutan fungsinya sangat penting, yaitu sebagai daerah resapan air. Hutan dengan kondisi yang baik mampu menyerap air dan menyimpan cadangan air dalam tanah. Karena inilah mengapa di hutan yang lebat banyak terdapat mata air.  Namun dengan adanya penebangan liar, maka air hujan tidak dapat diserap tanah dengan baik sehingga mengalir di permukaan tanah lalu masuk kesungai atau saluran air. Akibat jumlah air yang masuk kesungai berlebih, bisa menyebabkan banjir. Selain itu air yang mengalir membawa material tanah, yang lama kelamaan dapat mengendap dan membuat sungai menjadi dangkal sehingga kapasitas sungai semakin berkurang. Penebangan hutan juga bisa menyebabkan tanah longsor, karena tidak ada lagi akar-akar pohon yang menahan tanah.

3. Perusakan Lahan
     Adanya perusakan lahan seperti penambangan liar dalam bentuk penggalian tanah, dapat menyebabkan banjir dan tanah longsor. Tanah yang tadinya berfungsi untuk menahan air, kini menjadi tergerus dan tidak kuat menahan air.

4. Pemukiman Liar
     Rumah seharusnya tidak dibangun di tepi sungai. Namun, masih banyak yang membuat pemukiman liar di daerah bantaran sungai. Bahkan ada gedung, ruko, pabrik yang berdiri di tepi sungai. Bangunan ini dapat menghambat aliran sungai, apalagi bila komplek pemukiman atau industri tersebut membuang sampahnya ke sungai. Selain itu, pembangunan pemukiman di tepi sungai juga menggangu keseimbangan daerah aliran sungai, makin sedikit jumlah air yang diserap tanah dan semakin banyak jumlah air yang dibuang langsung kesungai.

5. Membuang Sampah Sembarangan
     Ternyata kebiasaan yang satu ini juga bisa menyebabkan banjir, lo. Meski kelihatan tidak memengaruhi apa-apa, tapi kenyataannya membuang sampah sembarangan dapat membuat sungai menjadi dangkal. Yup, sampah yang kita buang sembarangan ini ketika hujan bisa hanyut terbawa arus lalu masuk kesaluran air dan sungai. Sungai yang dangkal dapat menyebabkan air meluap karena daya tampungnya semakin kecil. Sampah yang tenggelam akan membuat sungai menjadi dangkal dan sampah yang mengapung akan menghambat aliran sungai. Misalnya, sampah yang menumpuh bisa membuat pintu air tidak bisa dibuka.

Abdul Muhari, peneliti Indonesia pada Hazard and Risk Evaluation di International Research Institute of Disaster Science (IRIDeS), Tohoku University, mengobservasi dan melakukan simulasi untuk mengetahui penyebab banjir yang terjadi di Jakarta pada 17 Januari 2013 yang lalu. Pada tahun 2013, debit air di Kanal Banjir Barat, khususnya Manggarai dan Karet, sangat tinggi dibanding hujan pada tahun-tahun sebelumnya. Abdul mengatakan, hal tersebut perlu dipertanyakan. Sebabnya, curah hujan di Katulampa pada hari sebelum banjir Januari 2013 hanya 107 mm, jauh lebih rendah dibanding curah hujan saat banjir 2007 yang mencapai 409 mm. Hasil simulasi Abdul dan timnya mengungkap bahwa tingginya debit air yang mencapai 180 meter kubik per detik dan ketinggian air di Manggarai dan Karet disebabkan oleh sampah. Sampah menutup tiga dari empat pintu air di Karet.

“Efek terhalangnya tiga dari empat pintu air di Karet berpotensi menyebabkan peningkatan tinggi muka air di segmen Manggarai-Karet sampai 10 meter dari ketinggian yang seharusnya hanya enam meter jika empat pintu air tersebut bekerja sempurna,” jelas Muhari. Debit air yang tinggi itu memicu luapan air yang akhirnya bermuara pada penggerusan serta jebolnya tanggul Latuharhary.

Nah, ternyata secara tidak langsung sampah yang kita buang sembarangan dijalan, diselokan bahkan ditaman,  bisa menyebabkan banjir karena mengurangi kemampuan saluran air menampung air. Yuk, mulai sekarang biasain untuk buang sampah ditempatnya dan sesuai jenisnya. Supaya sampahmu pun bisa didaur ulang menjadi berbagai macam barang seperti di sampahmuda.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *