Ini dia 5 negara penimbul sampah plastik ke laut terbesar. Indonesia masuk nggak ya?

     “Air mengalir sampai jauh, akhirnya kelaut” masih ingat lirik ini? Atau kamu baca sambil nyanyi? Yup, itu salah satu lirik eyang Gesang dilagu bengawan solo. Ternyata bukan cuma air yang mengalir dari sungai ke laut, tapi juga sampah. Sampah yang mengalir menuju laut ini mulai dari kantong kresek, sedotan, sterofoam, botol plastik dan mayoritas adalah plastik.

      Plastik-plastik ini banyak yang tampak mengambang menutupi permukaan air. Parahnya, sampah yang mengambang di permukaan laut itu hanya 5 persen dari semua sampah plastik yang dibuang ke laut. Menurut Ocean Conservancy, sebuah organisasi nirlaba bidang konservasi laut dari AS, sebanyak 95 persen sampah justru terendam di bawah permukaan. Sampah tersebut tak hanya mencelakai makhluk bawah air namun juga merusak tatanan ekosistem yang ada. Bahkan di beberapa tempat di lautan, bahkan ditemukan sampah yang mengumpul seperti daratan dengan luas bermil persegi.

Ini dia daftar negara dengan penyumbang sampah plastik terbesar di lautan, yaitu:

5. Sri Lanka – 1,6 Juta Ton
Jika dilihat dari jumlah sampah plastik per tahun, Sri Lanka termasuk di urutan terbawah dengan cuma membuang sampah plastik sejumlah 1,8 juta ton. Tapi 84% di antaranya tidak diolah dan akhirnya mencemari laut. Tercatat, setiap penduduk pesisir Sri Lanka bertanggungjawab atas 109 kilogram sampah plastik setiap tahunnya.

4. Filipina – 1,8 Juta Ton
Sedikitnya 2,2 juta ton sampah plastik diproduksi Filipina setiap tahun, 83 persen di antaranya tidak diolah alias mengapung di laut. Secara keseluruhan, setiap penduduk pesisir Filipina membuang 22,6 kilogram sampah plastik ke laut setiap tahunnya.

3. Vietnam – 1,8 Juta Ton
Dari dua juta ton sampah plastik yang diproduksi Vietnam, 1,8 juta ton alias 88 persen mencemari air laut. Artinya, setiap penduduk pesisir Vietnam membuang 32,9 kilogram sampah plastik ke laut per tahun – termasuk yang paling tinggi di dunia.

2. Indonesia – 3,2 Juta Ton
Dihitung dari presentase jumlah sampah plastik yang tidak diolah, Indonesia termasuk yang paling tinggi di dunia. Sebanyak 87 persen dari 3,8 juta ton sampah plastik yang dibuang setiap tahun mengambang di laut. Artinya, setiap penduduk pesisir Indonesia bertanggungjawab atas 17,2 kilogram sampah plastik yang mengapung dan meracuni satwa laut.

1.China – 8,8 Juta Ton
Hasil studi University of Georgia, China adalah negara konsumen plastik terbesar di dunia. Dari rata-rata 11, 5 juta ton sampah plastik per tahun, sebanyak 78% di antaranya terbuang di lautan lepas. Jika dihitung, setiap penduduk di wilayah pesisir Cina membuang 33,6 kilogram plastik ke laut per tahunnya.

     Wow, nggak nyangka yaa kalau Indonesia adalah negara penyumbang sampah laut kedua terbesar di dunia dengan 87% sampah yang dibuang akan mengambang kelaut, “Dengan tingkat kecepatan seperti ini, kami memperkirakan menjelang 2025, untuk setiap 3 ton ikan, akan ada 1 ton sampah plastik di laut. Jumlah yang membuat konsekuensi ekonomi dan lingkungan menjadi sangat parah dan tak terbayangkan” kata Nicholas Mallos, direktur program sampah laut di Ocean Conservancy, sebagaimana dilansir dari Global Post.

     Di lima negara Asia yang disebutkan di atas, hanya sekitar 40 persen saja sampah yang dikumpulkan dengan benar. Di Asia, khususnya di Indonesia, sampah sering menumpuk di TPS (Tempat Pembuangan Sampah) yang dikelola seadanya. Seringkali, sampah-sampah ini tersapu angin atau terbawa air yang berakhir di lautan. Apalagi banyak TPS yang dibangun ditepi sungai. Selain itu banyak juga tempat pembuangan sampah liar yang biasanya ada dipinggir jembatan atau pinggir jalan. Menurut Ocean Conservancy, “Sampah-sampah ini nantinya akan ‘hilang’ dari pandangan karena hujan lebat atau terbawa arus sungai, dan tempat-tempat sampah akan kembali kosong untuk menampung sampah baru.”

     Indonesia sedikit ‘beruntung’, di negeri ini acap ditemui pemulung atau tukang rongsok. Bila guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa untuk pendidikan, maka pemulung ini adalah pahlawan tanpa tanda jasa untuk konservasi. Mereka dengan berani menembus tempat-tempat sampah yang bau, mengumpulkan sampah-sampah plastik untuk dijual sebagai bahan daur ulang. Hal ini memastikan, banyak sampah yang didaur ulang daripada ditinggalkan di tempat pembuangan sampah.

     Namun sayangnya, jasa pemulung ini dianggap remeh bahkan banyak ditemui plang-plang terpasang di pemukiman yang melarang pemulung masuk. Selain itu para pemulung cenderung fokus pada item bernilai tinggi dan meninggalkan sampah yang kurang bernilai seperti kemasan snack, kertas kemasan di tempat pembuangan. Ini berarti, pemulung melewatkan banyak sampah, yang kemudian berakhir di lautan. Inilah yang kemudian sampahmuda coba selesaikan permasalahannya. Sampahmuda menghubungkan kamu untuk mendaur ulang sampahmu dengan para pengelola sampah dan industri daur ulang, hal ini turut membantu pengelola sampah lebih berdaya.

     Yuk, jadi orang peduli lingkungan, klik sampahmuda untuk mendaur ulang sampahmu. Dapetin reward Trashpoint dari tiap sampahmu yang bisa kamu gunakan untuk belanja apapun.

Source : http://www.mongabay.co.id/2016/02/18/laporan-lima-negara-yang-berkontribusi-terhadap-krisis-sampah-di-lautan/
https://media.iyaa.com/article/2016/04/Ini-5-Negara-Penyumbang-Sampah-Plastik-Terbesar-3441002.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *