Dari sampah organik menjadi belatung kaya protein, bermanfaat ya sampah ternyata

Kunjungan kedua Sampahmuda mengajak peserta-peserta REFORM PROJECT 4 ke Peternakan Maggot Pak Tri yang bertempatkan di daerah Paloman, Gunung Pati. Disini para peserta akan ditunjukan bagaimana cara mengolah sampah-sampah organik seperti sisa makanan, buah, sayur dll. Maggot black soldier fly memiliki nama latin Hermetia illuciens L, termasuk kerabat lalat (keluarga diptera), tubuh dewasa nya menyerupai tawon, berwarna hitam dan memiliki panjang 15-20 mm. Maggot BSF sebetulnya fase larva dari siklus hidup bsfSebelum menjadi lalat dewasa,  maggot bsf mengalami metamorfosa sempurna, yaitu dari telur, larva, prepupa, pupa, dan bsf. Waktu yang diperlukan dalam satu siklus hidup bsf cukup singkat yaitu sekitar 40 sd 44 hari. Tergantung pada kondisi tempat dan ketersediaan makanan.

Di Peternakan Maggot Pak Tri, peserta envirovisit melihat peternakan lalat BSF dan siklus hidup lalat BSF. Penjelasan dilakukan oleh Pak Tri selaku pemilik peternakan maggot.  Yang pertama dikunjungi adalah kandang lalat BSF (Black Soldier Fly), kandang ini digunakan sebagai tempat lalat berkembang biak dan bertelur, setelah lalat bertelur dan siklus hidupnya habis, lalat akan mati. Setelah itu, peserta melihat tempat telur berkembang menjadi maggot, tempat nya berupa kotak besar dengan media sampah organik. Pada proses ini, terjadi pengolahan sampah organik menggunakan maggot. Telur yang sudah menetas menjadi ulat maggot akan mengonsumsi sampah organik tersebut, hingga ia siap menjadi pupa. Ketika ulat siap menjadi pupa, ia akan berhenti makan dan keluar dari wadah. Sampah organik yang sudah selesai diolah oleh maggot dapat digunakan menjadi kompos. Ulat maggot yang sudah selesai makan dapat digunakan menjadi pakan lele. Selain langsung menjadi pakan lele, ulat maggot yang sudah selesai makan akan berubah menjadi pupa, pupa akan dipanen dan diproses menjadi pelet untuk pakan ternak, atau dikembangbiakan kembali menjadi lalat.Terakhir peserta melihat peternakan lele di lokasi, dan memberi makan lele dengan menggunakan maggot.

Manfaat Maggot BSF secara luas antara lain :

1) Sebagai pakan alternatif untuk: Pakan ternak ikan (Lele, Gurami, Patin,Nila dll) dan Pakan ternak (Kelinci, Sapi, Domba, Bebek, Ayam,dll),

2) Supplement pengganti tepung ikan yang permintaannya selalu meningkat dari tahun ke tahun, 3) Maggot BSF, juga mengandung zat kitin yang baik untuk pupuk, dan

4) Sisa Maggot BSF pun bisa dikembangkan menjadi bahan baku untuk komestik.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *